Tuesday, September 30, 2014

Etika Profesi Akuntansi

Tugas Softskill
Etika Profesi Akuntansi


Kelas : 4EB14
Nama Anggota Kelompok :
1.    Bimo Wicaksono (21211496)
2.    Geavani Adisty Napalia (23211019)
3.    Khairunnisa Ain Sholihah (23211963)
4.    Resty Puji Riati (26211010)
5.    Tria Oktaviani (28211744)


Judul Buku : Etika dan Akuntabilitas Profesi Akuntan Publik
Pengarang : Dr. Djuni Farhan, SE., M.Si
Penerbit : Intimedia (Kelompok In-TRANS Publishing)


Sinopsis
Profesi Akuntan Publik saat ini sangat dibutuhkan untuk membangun akuntabilitas bagi lembaga-lembaga publik maupun privat. Dalam rangka membangun akuntabilitas tersebut maka dibutuhkan sikap etis yang dimiliki oleh seorang akuntan dalam menjalankan profesinya. Alasan-alasan etik inilah yang menjadi dasar bagi para akuntan dalam melakukan praktik auditing.
Oleh karena itu, maka orientasi etika auditor sangat berpengaruh terhadap terjadinya komitmen dan sensivitas etika bagi auditor. Semakin baik tingkat orientasi etikanya maka semakin baik pula komitmen dan sensivitas etikanya.

Tentang Penulis

     Dr. Djuni Farhan, SE., M.Si terlahir di Singaraja, 13 Juni 1967. Masa kecil sampai remaja (SMA) dihabiskan di pulau Dewata tepatnya di Singaraja Bali. Beliau menyelesaikan gelar Sarjana di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Gajayana Malang, Lulus tahun 1990, Program Pascasarjana Universitas Padjajaran Bidang Kajian Utama Akuntansi, Lulus tahun 1996 dan merampungkan Program Doktor (S-3) di Universitas Padjajaran. Saat ini penulis menjabat sebagai kepala Lembaga Penelitian di Universitas Gajayana Malang serta juga menjabat sebagai Sekbid Ekonomi, Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Kabupaten Malang. Selain mengajar, aktivitas lainnya yaitu banyak melakukan riset, memberikan peningkatan kapasitas bagi pejabat publik. Serta juga aktif di organisasi profesi dan lembaga swadaya masyarakat.

Wednesday, May 28, 2014

Tugas Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2 (3) : Tugas Individu

MISSPELED IN ENGLISH
Code-mixing it is a word or words of english that connected to the mother thongue and it makes the new sayings.
Example of Code-Mixing
1.      Dia hanya read tugas saya saja.
Seharusnya : Dia hanya baca tugas saya saja.
2.      Saya pernah order buku di Gramedia.
Seharusnya : Saya pernah pesan buku di Gramedia.
3.      Gea mendapat surprise dari sahabatnya di hari ulang tahunnya.
Seharusnya : Gea mendapat kejutan dari sahabatnya di hari ulang tahunnya.
4.      Pada saat ujian berlangsung, dilarang men-cheat buku.
Seharusnya : Pada saat ujian berlangsung, dilarang menyontek buku.
5.      Saat UTS Manajemen Operasional diperbolehkan open book.
Seharusnya : Saat UTS Manajemen Operasional diperbolehkan membuka buku.
6.      Adisty membeli pizaa hut dengan cara delivery order.
Seharusnya : Adisty membeli pizaa hut dengan cara pengantaran pesanan.
7.      Satpol PP melakukan aksi sweaping pkl di daerah Monas.
Seharusnya : Satpol PP melakukan aksi sapu bersih pkl di daerah Monas.
8.      Adik saya senang melakukan jogging setiap minggu pagi.
Seharusnya : Adik saya senang melakukan lari kecil setiap minggu pagi.
9.      Anak-anak kecil sampai dewasa turut serta dalam perlombaan dance se-Jakarta.
Seharusnya : Anak-anak kecil sampai dewasa turut serta dalam perlombaan tari se-Jakarta.
10.  Saya menberi support Rangga ketika dia sedang menghadapi Ujian Nasional.
Seharusnya: Saya memberi dukungan Rangga ketika dia sedang menghadapi Ujian Nasional.

Blends means that a word or words in english that is added to the mother tongue and it makes a new utterance the different between blends and code-mixing is in the form.
Example of Blends
1.      Motel = Motorcar + Hotel à Mobil hotel
2.      Toytoons = Toys = Cartoons à Mainan kartun
3.      Telecast = Television + Broadcast à Siaran televisi
4.      Guesstimate = Guess + Estimate à Angka perkiraan
5.      Brunch = Breakfast + Lunch à Makan pagi yang lanjut