Tuesday, April 28, 2015

BAB V TRANSLASI MATA UANG ASING

Perbedaan translasi dan konversi antar mata uang asing
            Translasi mata uang asing adalah proses pelaporan infrormasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Sedangkan konversi mata uang asing adalah pertukaran dari satu mata uang ke mata uang lain secara fisik.

Istilah-istilah dalam translasi mata uang asing
1. Sifat, karakteristik sebuah item yang dapat dihitung dan diukur untuk kebutuhan akuntansi. Sebagai contoh, harga perolehan dan harga penggantian merupakan atribut sebuah saham.
2. Konversi. Translasi satu mata uang asing dengan mata uang asing lainnya.
3. Kurs saat ini. Tingkat arus uang yang berpengaruh pada tanggal laporan keuangan.
4. Potongan. Saat nilai tukar forward berada dibawah nilai tukar spot.
5. Posisi saham yang terlihat. Kelebihan asset yang dihitung atau digunakan dalam mata uang asing dan ditranslasikan pada kurs saat ini diatas uatang yang dihitung atau digunakan dalam mata uang asing dan ditranslasikan pada kurs saat ini.
6. Mata uang asing. Sebuah mata uang yang dipilih dibandingkan mata uang Negara lainnya; sebuah mata uang pada laporan keuangan yang digunakan perusahaan.
7. Laporan keuangan mata uang asing. Laporan keuangan yang menggunakan mata uang asing sebagai sebuah unit perhitungan.
8. Transaksi mata uang asing. Transaksi (seperti penjualan atau pembelian barang atau layanan atau pembayaran peminjaman atau penerimaan) yang perjanjiannnya dinyatakan dalam sebuah mata uang daripada keseluruahan mata uang fungsional.
9. Translasi mata uang asing. Proses penjabaran jumlah atau hitungan menggunakan satu mata uang yang dipilih oleh nilai tukar antara dua mata uang.
10. Operasional asing. Sebuah kegiatan operasional yang laporan keuangannya adalah meggabungkan atau konsolidasi akuntansi dalam dasar ekuitas laporan keungan pada laporan perusahaan, dan mempersiapkan laporan perusahaan dalam satu mata uang.
11. Kontrak translasi forward. Sebuah perjanjian untuk melakukan translasi mata uang dari Negara yang berbeda dengan tingkat yang spesifik (forward rate) dan waktu yang disepakati.
12. Mata uang fungsional. Mata uang utama yang digunakan dalam bisnis dan penghasilan serta penyimpanan uang. Biasanya mata uang satu Negara yang dijadikan sebuah acuan dimana diatur dalam buku arsip.
13. Kurs historis. Nilai tukar mata uang asing yang berlaku saat asset atau kewajiban dengan mata uang asing pertama kali didapatkan.
14. Mata uang local. Mata uang Negara tertentu yang menjadi acuan; acuan laporan keuangan domestic atau operasional asing.
15. Item moneter. Kewajiban untuk membayar atau hak untuk mendapatkan sejumlah unit mata uang dimasa yang akan dating.
16. Mata uang pelaporan. Mata uang yang perusahaan gunakan dalam laporan.
17. Tanggal penyelesaian. Waktu penerimaan ditagihkan atau pembayaran dilakukan.
18. Kurs spot. Nilai tukar saat itu terhadap mata uang.
19. Tanggal transaksi. Tanggal dimana terjadinya transaksi (seperti penjualan atau pembelian produk atau layanan) yang dicatat dalam pembukuan.
20. Penyesuaian translasi. Penyesuaian translasi mata uang asing merupakan hasil dari proses translasi mata uang asing laporan keuangan dari mata uang fungsional ke mata uang asing.
21. Unit pengukuran. Mata uang dimana asset, kewajiban, pendapatan, dan beban dihitung.

Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing
1. Penangguhan. Translasi mata uang asing penangguhan pada keuntungan dan kerugian menutupi pergerakan perubahan nilai tukar, yaitu perubahan nilai tukar adalah fakta historis.
2. Penangguhan dan amortisasi. Beberapa perusahaan menangguhkan keuntungan dan kerugian serta mengamortisasi penyesuaian melebihi umur manfaatnya pada masa item neraca terkait.
3. Penangguhan sebagian. Dengan mengakui kerugian segera saat terjadinya, akan tetapi mengakui keuntungan hanya jika terealisasi saja.
4. Tidak ada penangguhan. Memandang segala tipe penangguhan adalah palsu dan salah. Criteria penangguhan sering kali dianggap tidak konsisten dan sulit diimplementasikan.

Metode translasi mata uang asing
1. Metode nilai tukar tunggal
Metode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga penutupan atau harga saat ini, terhadap semua saham dan mata uang asing. Pendapatan dan beban mata uang asing secara umum ditranslasikan pada nilai tukar yang berlaku saat item tersebut diakui.
2. Metode nilai tukar ganda
Metode nilai tukar ganda mengombinasikan kurs saat ini dan kurs historis dalam proses translasi mata uang asingnya.

a. Metode current-noncurrent
Pada metode  current moment, asset lancer yang dimiliki anak perusahaan pada saat itu (contoh, asset yang biasanya bisa dikonversikan ke kas dalam satu tahun) dan utang lancar (kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun) ditranslasikan ke dalam mata uang induk perusahaan mereka pada laporan keuangannya dengan kurs saat ini. Aset dan kewajiban noncurrent ditranslasikan pada kurs historis. Item laporan laba rugi (kecuali untuk biaya depresiasi dan amortisasi) ditranslasikan pada aplikasi tingkat rata-rata operasional tiap bulan atau pada rata-rata dasar tambahan yang mencakup seluruh periode dilaporkan. Biaya depresiasi dan amortisasi ditranslasikan pada kurs historis dengan pengaruh saat modal yang dimiliki didapatkan.

b. Metode moneter-nonmoneter
Metode moneter-nonmoneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menentukan nilai tukar mata uang asing yang sesuai. Asset dan kewajiban moneter (contoh, klaim dan kewajiban untuk membayar sejumlah tagihan dengan mata uang dimasa yang akan datang) ditranslasikan dalam kurs saat ini. Item nonmoneter (asset tetap, investasi jangka panjang dan persediaan) ditranslasikan dalam kurs historis. Item laporan laba rugi ditranslasikan dengan prosedur yang sama dengan yang dijelaskan untuk konsep current-nonncurrent.

c. metode kurs sementara
Dengan metode kurs sementara, translasi mata uang asing tidak mengubah sifat sebuah item yang dihitung. Hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan saja. Pada metode kurs sementara, item moneter seperti kas, piutang dan utang ditranslasikan dalam kurs nilai saat itu. Item nonmoneter ditranslasikan pada kurs yang menjada dasar perhitungan awal. Secara spesifik, asset yang dihitung harga perolehannya pada laporan dengan mata uang asing ditranslasikan pada kurs historis.

BAB IV PELAPORAN PENGUNGKAPAN

Standar dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, undang-undang, berhubungan dengan politik dan ekonomi, tingkat perkembangan ekonomi, pendidikan, budaya dan faktor-faktor lainnya. Perbedaan pengungkapan nasional sebagian besar didorong oleh perbedaan pengelolaan dan keuangan perusahaan.

Pengungkapan akuntansi dipengaruhi oleh perbedaan tata kelola keuangan perusahaan disuatu Negara
1.      Pengungkapan sukarela
            Manajer berinisiatif untuk mengungkapkan informasi secara sukarela. Manajer memiliki informasi yang lebih baik daripada pihak luar mengenai performa perusahaan saat ini dan kedepannya. Keuntungan dari pengungkapan tersebut mungkin menyangkut biaya transaksi yang lebih rendah dan perdagangan sekuritas perusahaan, bunga yang lebih tinggi dari analisis keuangan dan investasi, meningkatkan likuiditas saham dan biaya modal yang lebih rendah. Laporan terkini menyokong pandangan bahwa perusahaan bisa mencapai keuntungan merupakan tuntutan bagaimana perusahaan bisa menggambarkan dan menjelaskan investasi potensial kepada investor. Investor diseluruh dunia menuntut informasi yang mendetail dan berkala. Komunikasi manajer dengan investor luar tidak sempurna ketika manajer memiliki informasi kuat tentang perusahaan mereka, insentif manajer tidak sesuai dengan bunga dari semua pemegang saham, dan peraturan akuntansi dan audit tidak sempurna. Dengan demikian, pemilihan pengungkapan manajer mencerminkan keseluruhan akibat keperluan pengungkapan dan insentif mereka untuk menguraikan informasi.

2.      Kebutuhan pengaturan pengungkapan
            Untuk melindungi investor, sebagian besar bursa sekuritas menentukan pelaporan dan kebutuhan penungkapan pada perusahaan domestic dan asing yang mencari akses untuk pasar mereka. Bursa ini memastikan bahwa investor memiliki informasi yang cukup untuk memperbolehkan mereka mengevaluasi kinerja dan prospek perusahaan.
Frost dan long mencatat, proteksi investor mewajibkan bahwa investor menerima informasi secara berkala dan diproteksi dengan pengawasan dan pelaksanaan. Pengungkapan yang menyeluruh dan dapat dipercaya akan meningkatkan likuiditas, mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan kualitas pasar secara keseluruhan.

Persoalan-persoalan penting yang memengaruhi keputusan manajemen untuk membuat pengungkapan keputusan
1. Bukti-bukti mengindikasikan bahwa manajer perusahaan sering memiliki insentif yang besar untuk menunda pengungkapan berita buruk “mengatur” laporan keuangan mereka untuk memastikan kesan perusahaan yang lebih positif dari menekankan keadaan dan prospek keuangan perusahaan.
2. Banyak Negara tidak mengawasi dan melaksanakan kebutuhan akan  “pengungkapan kesesuaian antar-yurisdiksi”

Tujuan pengungkapan akuntansi dalam pasar ekuitas
1. Untuk memastikan bahwa pemegang saham menerima informasi lengkap, berkala dan akurat.
2. Untuk mengevaluasi kinerja dan prospek keuangan
3. Untuk meningkatkan kepercayaan investor
4. Untuk memahami bagian-bagian perusahaan

Praktik pengungkapan keuangan perusahaan dalam berbagai aspek
1. Pengungkapan informasi progresif
Adalah pertimbangan tinggi yang relevan di dalam kesetaraan pasar dunia. Istilah informasi progresif meliputi :
a. Perkiraan pendapatan, laba (rugi), arus kas, pengeluaran modal dan hal-hal keuangan lainnya.
b. Tujuan informasi mengenai kinerja dan posisi ekonomi  dimasa depan yang tidak menentu daripada perkiraan menyangkut proyek, periode fiscal dari proyek jumlah
c. Laporan program dan sasaran manajemen untuk usaha masa depan

2. Pengungkapan segmen
            Investor dan analisis menuntut informasi hasil perusahaan industry dan segmen geografis usaha dan keuangan signifikan dan berkemabang. Pengungkapan segmen lebih membantu pengguna laporan leuangan untuk memahami bagian0bagian perusahaan menata semuanya. Pemisahan jalur usaha dan area geografis harus membuat penilaian yang lebih terpapar tentang keseluruhan perusahaan.

3. Pelaporan pertanggungjawaban sosial
            Laporan pertanggungjawaban social mengacu pada pengukuran dan komunikasi informasi tentang pengaruh perusahaan terhadap kemakmuran pegawai, komunitas social dan lingkuungan. Hal ini mencerminkan sebuah kepercayaan bahwa perusahaan bergantung pada pemegang saham dalam laporan tahunan kinerja terhadap lingkungan dan social mereka seperti halnya laporan keuangan yang mereka berikan pada pemegang saham.

4. Pengungkapan khusus bagi pengguna laporan keuangan non domestic
Laporan tahunan bisa meliputi pengungkapan khusus untuk mengakomodasi pengguna laporan keuangan non domestic. Pengungkapan tersebut meliputi :
a. “Laporan ulang yang mudah”  tentang informasi keuangan ke dalam mata uang asing
b. Pembahasan perbedaan antara prinsip akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan utama dan beberapa ketetapan prinsip akuntansi lainnya.
c. Posisi dan laporan keuangan ulang terbayas diketetapan standar akuntansi yang kedua
d. Sebuah laporan keuangan lengkap disiapkan yang berhubungan dengan ketetapan prinsip akuntansi kedua

5. Pengungkapan pengelolaan perusahaan
            Pengelolaan perusahaan berhubungan dengan sarana internal dimana perusahaan dijalankan atau dikendalikan-tanggung jawab, akuntabilitas hubungan diantara pemegang saham, anggota direksi dan manajer yang disusun supaya mencapai sasaran perusahaan. Komponen rancangan kerja adalah infrastruktur pasar, lingkungan bukum, lingkungan peraturan, infrastruktur informasi.

6. Pengungkapan dan laporan bisnis dan internet
            Web bisa digunakan untik penyebaran informasi interaktif yang tidak serupa dengan media cetak. Investor sering menggunakan web untuk berdagang dan mengambil keputusan investasi modal, dan menggunakan web sebagai sebuah sarana informasi penting.