Thursday, October 17, 2013

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (2) : Tugas Kelompok

TUGAS PENALARAN

Nama Kelompok:
·         Geavani Adisty Napalia           (23211019)
·         Tria Oktaviani                           (28211744)

1.      Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?
Jawaban:
Fungsi dasar komunikasi bahasa
Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan sesama warga. Ia mengatur berbagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita (Gorys Keraf, 1997 : 4). 
Sejumlah upaya mencoba  mensistimasisasikan fungsi utama komunikasi massa, yang pada mulanya dimulai oleh Lasswell (1948) yang memberikan ringkasan atau kesimpulan mengenai fungsi dasar komunikasi sebagai berikut: Pengasawan lingkungan; pertalian (korelasi) bagian-bagian masyarakat dalam memberikan respon terhadap lingkungannya; Transmisi warisan budaya.
Fungsi pengawasan social merujuk pada upaya penyebaran informasi dan interprestasi yang objektif mengenai berbagai peristiwa yang terjadi di dalam dan di luar lingkungan social dengan tujuan control social agar idak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Fungsi korelasi social yang merujuk pada upaya pemberian interprestasi dan informasi yang menghubungkan satu kelompok social dengan kelompok social yang lainnya atau antara satu pandangan dengan pandangan lainnya yang bertujuan yang mencapai konsesnsus.
Fungsi sosialisasi merujuk pada upaya pewarisan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi lainnya, atau dari satu kelompok ke kelompok lainnya.
Fungsi utama komunikasi bahasa
Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekedar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:
a.       Untuk tujuan praktis: Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
b.      Untuk tujuan artistik: Manusia mengolah dan mengguanakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
c.       Untuk tujuan filologis: Sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, diluar pengetahuan kebahasaan. Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia selama kebudayaan dan adat istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri.

2.      Apa fungsi alami bahasa dan fungsi buatan!
Jawaban:
Menurut Cecep Sumarna (2006:237) Bahasa dapat digolongan menjadi dua, yakni : bahasa alami (bahasa sehari-hari yang biasa digunakan) dan bahasa buatan. Masing-masing penggolongan ini, memilki cabang tertentu. 
Bahasa Alami
Bahasa alami dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
·         Bahasa isyarat, dibagi menjadi dua antara lain:
a.       Bahasa isyarat buatan (berlaku khusus). Bahasa dan symbol yang digunakan juga berlaku khusus dan hanya berlaku untuk orang-orang khusus,. Misalnya, bahasa yang digunakan oleh orang-orang bisu, hanya berlaku untuk orang bisu. Atau misalnya, simbol-simbol tertentu yang biasanya digunakan oleh para intel, biasanya digunakan dan hanya berlaku untuk para intel juga.
b.      Bahasa isyarat biasa (berlaku umum). Artinya dipahami bersama, yakni menyetujui suatu rumusan yang dimintakan persetujuan kepadanya. Menggeleng juga sama, ia adalah bahasa isyarat biasa yang berlaku umum, yakni tidak menyetujui apa yang dimintakan persetujian kepada orang yang menggeleng itu. 
·         Bahasa biasa
Biasanya digunakan untuk komunikasi harian. Symbol sebgai pengandung arti dalam suatu bahasa, disebut kata. Arti yang dikandung disebut makna. Makna kata dalam bahasa biasa dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu:
§  Kata tertentu untuk arti tertentu. Kata dimaksud dalam bahasa Indonesia disebut dengan denotasi. Denotasi adalah makna yang sebenarnya, misalnya, puncak mengandung arti batas ketingggian sebuah gunung.
§  Kata tertentu untuk sesuatu tertentu yang berbeda atau memilki makna yang dikandung oleh kata tertentu. Kata puncak dapat berarti lain, ketika kalimat yang disusun menjadi: " Soeharto adalah puncak kejayaan republik Indonesia, di zaman orde baru". Kata puncak untuk kalimat tersebut, tidak lain disebut konotatif.
Bahasa Buatan
Bahasa buatan disusun berdasarkan pertimbangan akal semata. Kata yang terkandung dari jenis ini disebut dengan istilah, arti yang terkandung disebut konsep. Bahasa buatan dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
·         Bahasa Istilahi, rumusannya diambil dari bahasa biasa dan sering memunculkan kekaburan makna jika tidak diberi penjelasan sesuai dengan bidang keilmuan yang tercangkup dari bahasa yang dimaksud. Misalnya, kata demokrasi. Kata ini dapat melahirkan kekaburan makna jika tidak dijelaskan oleh mereka yang kompeten dibidang ilmu poitik dan pendidikan kewarganegaraan.
·         Bahasa Artificial adalah murni bahasa buatan. Bahasa ini sering pula disebut sebagai bahasa simbolik. Bahasa ini umumnya digunakan untuk rumusan logika matematika dan rumus logika statistik. Misalnya biasanya, 4 X 4 = 16. Atau 43 X 20 = 680. Simbol-simbol bahasa ini, disebut dengan bahasa artificial (logika matematika). Dalam logika statistik, dapat pula dirumuskan ({a = b} ^ {b = c} atau {a = c}).
·         Bahasa Ilmiah adalah bahasa buatan. Bukan bahasa alami. Penyebutan bahasa ilmiah sebagai bahasa buatan didorong suatu rumusan bahwa bahasa alami cendrung sewenang-wenang dan sekehendak hati. Sedangkan bahasa buatan, dituntut memiliki kaidah tertentu. Logika tertentu dan cendrung lebih konseptual dibangdingkan dengan bahasa alami.
Menurut Cecep Sumarna (2006:239) mengatakan ciri-ciri bahasa ilmiah cenderung:
a.       Didasarkan atas pemikiran.
b.      Sekehendak hati.
c.       Menuntut kemungkinan dialog/diskusi (logic dan memiliki arti yang mendalam)
d.      Sifatnya berbentuk pernyataan tidak langsung.
e.       Bahasa ilmiah cendrung deklaratif – dapat dinilai benar dan salah, affirmative yang bersifat informatif dan sekaligus neutral positif (kalimat berita). Bahasa ini cendrung mengabaikan dimensi justifikasi dan mengaabaikan sama sekali kecendrungan-kecendrungan subjektif.

3.      Apa yang disebut dengan metakomunikasi?
Jawaban:
Diawali dengan kata “Meta” yang berasal dari bahasa Yunani, yang berarti luar atau samping, maka jika digabungkan dengan kata “Komunikasi” akan berarti “ada sesuatu selain atau disamping komunikasi” atau jika lebih disederhanakan penerapannya akan menjadi komunikasi tentang komunikasi; meta-bahasa adalah  bahasa  tentang bahasa; meta-pesan adalah pesan tentang pesan.
Metakomunikasi harus kita sadari keberadaanya, hal ini penting mengingat pengaruh meta-komunikasi yang kuat akan selalu menyertai setiap pesan.
Pengertian Metakomunikasi, antara lain sebagai berikut:
o    Merupakan uraian yang menggambarkan hubungan antara komunikator dan komunikan saat melakukan komunikasi. Metakomunikasi dapat berupa pesan verbal dan non verbal. Contohnya dengan tetap tersenyum walaupun sedang marah
o    Metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar.
Konsep metakomunikasi dapat diilustrasikan sebagai berikut, Anda dapat berkomunikasi tentang semua hal yang ada di dunia tentang meja dan kursi dimana Anda sedang duduk di depan komputer yang sedang Anda gunakan, atau tentang bagian yang sedang Anda baca sekarang, dan bahasa yang Anda gunakan sekarang adalah bahasa pemrograman. Kita sebut saja semua ini sebagai objek komunikasi, karena Anda berbicara mengenai berbagai objek. Tapi perlu diperhatikan juga bahwa Anda tidak terbatas untuk berbicara tentang objek, Anda juga bisa berbicara tentang berbicara Anda, Anda bisa berkomunikasi tentang komunikasi Anda, sehingga semua aktivitas ini dapat disebut sebagai metakomunikasi. Dengan cara yang sama, Anda pun bisa berkomunikasi menggunakan bahasa lainnya (meta-bahasa) untuk berbicara tentang bahasa dengan menggunakan bahasa pemrograman.
Perbedaan antara objek komunikasi dan meta-komunikasi bukan hanya secara keilmuan, hal itu sangatlah terlalu sederhana, oleh karena perlu diketahui bahwa perbedaan diantara kedua bentuk komunikasi tersebut sangat penting dipahami guna menghindari berbagai kerancuan dan konflik dari berbagai interaksi komunikasi interpersonal.
Sebenarnya, kita menggunakan perbedaan ini setiap hari namun tidak menyadarinya. Contohnya, ketika kita mengirim komentar di sebuah forum jejaring sosial kepada seseorang dengan komentar bernada sinis namun kemudian meletakkan smiley di akhir komentar. Dengan mengkomunikasikan smiley, bagi komunikan dapat dimaknai sebagai “pesan yang tidak dipahami secara harfiah, melainkan dapat dipahami bahwa dalam pesan tersebut komunikator sedang mencoba menyampaikan humor.“ Dengan demikian kedudukan smiley adalah sebagai metapesan, merupakan pesan tentang pesan.

Referensi:

No comments:

Post a Comment